Kolose 3:14-15

「Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah」

Kita harus membiarkan kedamaian Kristus memerintah di hati, perlu dijadikan nyata di dalam gereja dan di dunia melalui orang-orang percaya. Orang Kristen dipanggil adalah untuk mewujudkan hal ini (Kol. 3:15).

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kol 3:14-15 [ITB])
14Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
15Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Selain harus mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran, umat Allah juga harus mengenakan kasih. Di sini, Paulus secara khusus menyebutkan 「selain itu semua」(dalam terjemahan CUV, sedangkan dalam ITB 「di atas semuanya itu」) (dalam bahasa asli: epi pasin toutois). Sebenarnya kata depan ini seharusnya sebagai「selain itu semua」 (bahwa selain lima karakter tersebut, ditambahkan lagi satu macam), atau sebagai 「di atas semuanya itu 」(bahwa 「kasih」adalah yang paling tinggi, bisa merangkum lima yang lain)? Jika dilihat dari teks sesudahnya, dapat dipercaya bahwa「di atas semuanya itu」adalah terjemahan yang lebih sesuai (ITB, dan mayoritas terjemahan Inggris), karena dalam pandangan Paulus 「kasih menembus semua kebajikan rohani」, atau 「kasih mengikat semua yang sempurna tidak bercacat ini menjadi satu」(CCV). Maka Paulus berpesan kepada orang percaya gereja Kolose harus memiliki kasih, karena kasih mampu menyatukan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran, berbagai kebajikan rohani ini menjadi satu. Ini bukan berarti mereka tidak punya kasih, maka Paulus baru demikian berpesan kepada mereka. Paulus di awal surat sudah pasti bahwa mereka memiliki kasih, dan sering bersyukur kepada Allah Bapa (Kol. 1:3-4). Percaya bahwa Paulus bukan berbicara basa-basi. Walaupun penerima surat memiliki kasih yang datang dari Roh Kudus (Kol. 1:8), Paulus masih harus mengingatkan mereka untuk mengenakan kasih.

Mengajar juga adalah demi pencegahan. Paulus sebagai pelayan Injil tidak semata hanya ditujukan untuk mengajukan pengajaran atau nasehat atas kesalahan yang dilakukan orang, ini memang adalah keharusan, namun itu bukan keseluruhan dari tugas pengajaran. Pengajaran juga ditujukan bagi rahasia Allah yang dinyatakan di dalam Kristus, melalui cara-cara yang umum agar orang-orang dapat sempurna di dalam Kristus (Kol. 1:25-29). Orang Kristen melalui baptisan dan dikuburkan serta bangkit bersama Kristus (Kol. 2:12-13), sudah menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru, ini adalah hal yang pasti (Kol. 3:9-10). Namun orang Kristen belum mencapai tahap kesempurnaan, masih harus ada orang yang terus menerus mengingatkan, menasehati, jika tidak demikian maka akan ada kesempatan dikalahkan oleh dosa (Gal. 6:1). Mengajar adalah demi mengkoreksi kesalahan, di saat yang sama juga demi pencegahan. Ini adalah sebab mengapa Allah mengadakan tugas pengajaran di antara orang percaya. (Apakah kita bersedia merendahkan diri diajar oleh Firman Tuhan?)

Paulus selangkah lebih maju berpesan kepada penerima surat harus mengupayakan kedamaian (peace) yang dianugerahkan Kristus menjadi tuan di dalam hati mereka. 「Menjadi tuan 」 juga mempunyai makna menjadi hakim (judge), 「mengendalikan」 (control). Satu kali lagi kita melihat bahwa Paulus sangat memandang penting 「kedamaian, 」 karena 「kedamaian」, 「berbaikan」adalah apa yang Allah hendak genapkan di dalam Yesus Kristus (Kol. 1:20). Dapat dikatakan, 「menggenapkan kedamaian (mewujudkan kedamaian sempurna)」 adalah inti dari rahasia Kristus. Orang Kristen harus membiarkan kedamaian Kristus yang memerintah di hati, di satu sisi karena kita sudah didamaikan dengan Allah Bapa melalui Yesus Kristus (Kol. 1:21-22), maka seharusnya memiliki hati kebajikan Allah. Kita sepatutnya memiliki sikap hati yang sesuai dengan identitas yang kita miliki. Di sisi lain, kita harus membiarkan kedamaian Kristus yang menjadi tuan yang memerintah di hati, karena hanya dengan demikian gereja baru bisa menjadi satu tubuh (one body). Memang tanpa diragukan bahwa 「satu tubuh」 sudah tercapai di dalam Kristus, namun kedamaian Kristus yang memerintah perlu dijadikan nyata di dunia melalui orang-orang percaya. Orang Kristen dipanggil adalah untuk mewujudkan hal ini (Kol. 3:15). Ada hamba Tuhan yang mengatakan, gereja adalah berorientasi pada target tujuan, hal ini adalah benar dalam suatu sudut pandang. Namun dibandingkan tujuan target yang lain, target agar 「orang Kristen menjadi satu tubuh di dalam Tuhan」 adalah target yang paling utama di atas target yang lain.

Renungkan: Bagaimana kasih Allah dinyatakan melalui Kristus? Apa hubungan antara kasih dan kedamaian? Bagaimana orang Kristen di dalam kasih membuat kedamaian Kristus menjadi kenyataan?

Harus kita perhatikan, maksud Paulus tidak hanya sekedar agar damai sejahtera Kristus menjadi tuan memerintah di dalam hati kita. Damai sejahtera dapat bersifat pribadi di dalam diri, asal di dalam hati saya ada damai sejahtera maka segala hal bisa dicapai. Tetapi 「kedamaian」 sangat terkait dengan kesatuan dan relasi antar sesama. Walaupun di dalam hati saya ada 「damai sejahtera 」, namun jika saya berbuat sesuatu yang merusak kesatuan, maka saya tidak mewujudkan “oleh karena Kristus”. Ini adalah makna yang sebenarnya dari 「kedamaian Kristus」dan menjadi tuan memerintah di dalam hati kita.

如果作了某件事會破壞合一,我就為基督的緣故不作了。這才是讓「基督的和平」在我們心裡作主的意思哩。

Advertisements