Yeremia 10:17-25

「Didikan dari Tuhan」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 10:17-25 [ITB])
17 Angkutlah barang-barangmu dari negeri ini, hai orang-orang yang berada dalam pengepungan! 18 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, sekali ini Aku akan melemparkan penduduk negeri ini, dan Aku akan menyesakkan mereka, supaya mereka merasakannya. 19 Celakalah aku karena penyakitku, lukaku tidak tersembuhkan! Aku berpikir: Ah, inilah suatu kepedihan yang harus kutanggung! 20 Kemahku sudah rusak, dan semua talinya sudah putus. Anak-anakku telah pergi dari padaku, tidak ada lagi; tidak ada lagi yang mendirikan kemahku dan yang membentangkan tendaku. 21 Sungguh, gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk TUHAN. Sebab itu mereka tidak berbahagia dan seluruh binatang gembalaan mereka cerai-berai. 22 Terdengarlah suatu berita, bunyinya: Kegemparan besar akan datang dari tanah sebelah utara, untuk membuat kota-kota Yehuda menjadi sunyi sepi, menjadi tempat persembunyian serigala-serigala. 23 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya. 24 Hajarlah aku, ya TUHAN, tetapi dengan selayaknya, jangan dengan murka-Mu, supaya aku jangan Kaubinasakan! 25 Tumpahkanlah kepanasan amarah-Mu ke atas bangsa-bangsa yang tidak mengenal Engkau, ke atas kaum-kaum keluarga yang tidak menyerukan nama-Mu; sebab mereka telah memakan Yakub dan menghabisinya, dan membuat tempat kediamannya menjadi puing.

Perikop Yer. 10:17-25 yang dibaca hari ini adalah bagian kedua dari pasal 10, yang menubuatkan kehancuran Yerusalem segera akan datang. Tema dan latar belakang dari puisi ini jelas berbeda dari Yer. 10:1-16 yang kita baca kemarin, mungkin karena Kitab Yeremia bukan dibukukan berdasarkan urutan kronologis.

Tema dari perikop ini adalah nubuat tentang tentara Babel telah menyerang tiba di Yerusalem, dan orang-orang di dalam kota berseru meratap tragis. Perikop ini menunjukkan bahwa penghancuran tidak hanya terjadi di kota Yerusalem, tetapi juga di kota-kota lain Yehuda. Menurut penggambaran dari kontennya, latar belakang perikop ini adalah periode mulai dari pengepungan kota Yerusalem, sampai kota berhasil diserang, yakni awal bulan Oktober tahun 588 S.M., hingga bulan April tahun 586 S.M.

Ayat 17-18 「Angkutlah barang-barangmu dari negeri ini, hai orang-orang yang berada dalam pengepungan! 18 Sebab beginilah firman TUHAN: 『Sesungguhnya, sekali ini Aku akan melemparkan penduduk negeri ini, dan Aku akan menyesakkan mereka, supaya mereka merasakannya.』」 Ayat 17 sangat jelas menunjukkan bahwa orang-orang Israel hendaklah 「berkemas,」 siap untuk meninggalkan tempat yang Tuhan berikan, pergi menjadi budak di tempat bangsa-bangsa asing. Pergi atau tidaknya keberangkatan mereka itu tidak bersifat sukarela, karena Tuhan hendak 「melemparkan」 mereka keluar dari tempat tinggal yang Tuhan berikan kepada mereka.

Ayat 18 「supaya mereka merasakannya」 atau dalam CUVT adalah 「supaya mereka insyaf」 itu adalah tujuan dari penghakiman Tuhan untuk menghukum orang Israel, sehingga hal ini tidak hanya sekedar merupakan hukuman, tetapi disiplin didikan, adalah didikan dari Bapa Sorgawi kepada anak-anak tercinta-Nya.

Ibrani 12:8-11 mengingatkan kita bahwa 「8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.」

Jadi ketika kita menghadapi disiplin didikan dari Tuhan, 「… janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya …」 (Ibrani 12:5), terlebih lagi menegaskan bahwa kita adalah anak-anak yang dicintai oleh Tuhan, karena Ia mendidik kita. Penderitaan dan disiplin dua gagasan yang sama sekali berbeda, yang pertama adalah untuk membuat kita menderita, yang kedua demi kebaikan kita.

Meskipun tujuan disiplin Tuhan adalah baik, tetapi proses ini benar-benar menyakitkan, ayat 19-20 bagian ini adalah keluhan orang Israel tentang penderitaan mereka. Ayat 19 mengatakan, 「… Celakalah aku karena penyakitku, lukaku tidak tersembuhkan! Aku berpikir: 『Ah, inilah suatu kepedihan yang harus kutanggung!』」Ini adalah benar-benar sakit aku harus bertahan.” Meskipun hukuman Tuhan sangat keras, membuat mereka kehilangan semua harta, kampung halaman hancur berantakan, bahkan kehilangan kebebasan diri; Tetapi mereka setuju bahwa ini adalah penderitaan mereka yang harus terima, karena mereka telah meninggalkan Tuhan dan mengkhianati perjanjian dengan Dia, sehingga mereka harus bertanggung jawab.

Ayat 21-22 menunjukkan secara utama tanggung jawab siapakah bahwa Yehuda menerima hajaran didikan, 「gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk TUHAN. Sebab itu mereka tidak berbahagia dan seluruh binatang gembalaan mereka cerai-berai.」 (Bandingkan CUVT, KJV 「gembala-gembala sudah menjadi tidak berperikemanusiaan, seperti hewan buas (brutish) …]) 「Gembala」 adalah mengacu pada pemimpin, termasuk raja, imam dan nabi. Yeremia menunjukkan bahwa orang-orang Israel untuk mengalami hal yang tragis adalah karena pemimpin mereka bodoh seperti binatang, bukan saja tidak untuk memimpin rakyat menyembah Tuhan, tetapi sebaliknya memulai dan memimpin menyembah berhala-berhala yang palsu dan dewa-dewa asing, sehingga rakyat harus menghadapi tragedi penawanan. 「Kegemparan besar akan datang dari tanah sebelah utara」 adalah menunjuk kerajaan Babel, dan 「kota-kota Yehuda menjadi sunyi sepi, menjadi tempat persembunyian serigala-serigala」 mengacu pada keadaan Yehuda setelah kehancurannya.

Ayat 23-25 nabi Yeremia mewakili rakyat Yehuda mengaku berdosa kepada Tuhan, berdoa untuk pengampunan Tuhan. Ayat 23 「Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.」 Ini menunjukkan bahwa ia paham keterbatasan manusia dan kedaulatan Tuhan, memohon Tuhan 「Hajarlah aku, … , tetapi dengan selayaknya,」 jangan 「binasakan」 mereka.

Ayat 25 mungkin mengutip dari Mazmur 79:6-7, dan berdoa meminta Tuhan juga menghakimi bangsa-bangsa menurut keadilan dan kebenaran, yang merupakan pengharapan setelah pertobatan.

Renungkan:

1. Apakah Anda tahu bahwa menerima hajaran Tuhan merupakan bukti bahwa Tuhan mengasihi Anda? Apakah Anda dengan sungguh hati mau dengan sukacita menerima pendisiplinan dari Dia?

2. Jika Anda sekarang menghadapi didikan disiplin Tuhan, apakah Anda bersedia bekerja sama atas pengaturan Tuhan, menerima keputusan-Nya, taat pada Firman-Nya, dan berubah kembali ke jalan yang benar?

3. Tolong berdoa untuk para pemimpin negara, masyarakat dan gereja di mana Anda tinggal, memohon Tuhan memberikan pemimpin yang memiliki kebenaran, keadilan dan hikmat.


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Advertisements

Yeremia 10:1-16

「Menyembah Berhala dan Penyembahan yang Sejati」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 10:1-16 [ITB])
1 Dengarlah firman yang disampaikan TUHAN kepadamu, hai kaum Israel! 2 Beginilah firman TUHAN: Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. 3 Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? 4 Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. 5 Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat. 6 Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. 7 Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh, kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau! 8 Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. — 9 Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli. — 10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. 11 Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini.
12 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. 13 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya. 14 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, 15 semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum. 16 Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam!

Seperti yang kita katakan sebelumnya, dalam pasal 7 sampai 10 dari Kitab Yeremia adalah berita yang disampaikan kepada publik di Bait Suci sebelum imam besar memperbaiki Bait Suci dan menemukan hukum Musa; dan berita dalam pasal 10 sampai 12 adalah pesan yang disampaikan setelah penemuan Kitab Taurat, saat Yosia lebih kuat lagi mendorong pelaksanaan reformasi agama.

Kitab Yeremia pasal 10 ditulis dalam bentuk puisi, perikop ini dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama adalah Yer. 10:1-16, isinya adalah menentang penyembahan berhala; Bagian kedua adalah Yer. 10:17-25, yang menubuatkan semakin mendekatnya kehancuran Yerusalem.

Dalam perikop Yer. 10:1-16 yang kita baca hari ini, nabi Yeremia membuat kontras perbandingan antara Allah yang benar dengan allah palsu, menasihati warga sebangsanya untuk memperbaiki diri, untuk tidak bodoh, menyembah ilah-ilah palsu yang dibuat oleh tangan manusia, dan hendaknya sepenuh hati menaati Firman kata-kata Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Tuhan yang berkuasa atas semuanya.

Di bagian pertama, yakni ayat 1-11, Yeremia membandingkan Tuhan Penciptaan alam semesta dan yang berkuasa atas segala sesuatu, kontras dengan berhala yang dibikin oleh tangan manusia. Hasilnya sangat jelas, bahwa semua yang dibuat oleh tangan manusia tidaklah bisa menjadi Allah, secara nyata tidak dapat dibandingkan dengan Tuhan Sang Pencipta. Patung hanyalah buatan tangan manusia, hanya ada sementara saja, ia tidak dapat membantu kita, dan bergantung pada itu hanya akan membawa kehancuran diri. Sebaliknya, Tuhan Pencipta langit dan bumi dapat membawa hidup kekal dan harapan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya, karena Ia adalah Allah yang menciptakan alam semesta, Tuhan yang abadi.

Penyembahan berhala adalah irasional dan melanggar perintah Allah, adalah hal yang sederhana dan jelas, tapi mengapa Perjanjian Lama menggunakan begitu banyak ruang tulisan untuk menentangnya? Pertama-tama, penyembahan berhala secara visual dan sensorik menarik bagi orang-orang, juga memenuhi keinginan dan pikiran manusia, tapi lebih serius adalah yang disebutkan dalam Yer. 10:3 「disegani bangsa-bangsa」 (atau dalam CUVT 「kebiasaan tradisi dari bangsa-bangsa」 atau KJV 「the customs of the people), yang merupakan daya dorong dari kepercayaan masyarakat. Ketika kepercayaan atau praktik agama ini menjadi kebiasaan mayoritas, efek kawanan manusia akan mulai bergerak, merasionalisasikan hal-hal yang tidak masuk akal, seperti dalam masyarakat Tionghoa meramal telapak tangan, Feng Shui, dan merayakan Halloween di dunia Barat; Orang-orang yang mempromosikan atau berpartisipasi dalam kegiatan ini mengabaikan warna pagan, mengklaim bahwa ini adalah kegiatan budaya atau tradisi. Kegiatan yang dipandang hanya sebagai menuruti 「opini publik」 ini, mungkin merupakan tindakan 「bodoh, tidak berpengetahuan」 di mata Tuhan (hal-hal yang tidak berkenan di hadapan-Nya.)

Ayat 11 ditulis dalam bahasa Aramaik yang umum digunakan pada zaman itu di daerah Timur Dekat. 「Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini!」 Berita ini tidak hanya untuk didengarkan oleh orang-orang Israel saja, tetapi juga semua bangsa-bangsa di atas bumi juga harus mendengar.

Ayat 12-16 adalah ayat-ayat mazmur dan pujian atas kebesaran dan keajaiban penciptaan Tuhan, dan menyatakan bahwa patung buatan tangan manusia tidak bisa dibandingkan dengan Dia. Perikop ini pada dasarnya adalah sama dengan Yer. 51:15-19, mungkin karena berita dari puisi ini telah menjadi pujian ibadah atau dalam ritual, sebagai teks penghormatan dan penyembahan kolektif orang beriman, Yeremia mungkin mengutip kata-kata teks ibadah yang digunakan pada masa itu untuk menyampaikan pesan berita pada kesempatan yang berbeda.

Renungkan:

1. Berhala adalah menggantikan Tuhan, menjadi objek yang kepadanya kita beribadah, dapat yang berbentuk nyata, patung atau mungkin yang tidak terlihat, gagasan yang berada di dalam hati orang. Apakah hari ini Anda memiliki berhala? Apakah Anda ingin menyingkirkan itu?

2. Apakah ada orang-orang atau hal-hal dalam hatimu yang menggantikan tempat Tuhan? Apakah Anda ingin mendedikasikan takhta Anda kepada Tuhan Yesus?

3. Apakah ada tradisi atau praktek-praktek yang perlu dibetulkan atau dihapus dari kelompok atau tempat di mana Anda berasal? Marilah kita berdoa bagi kesucian komunitas dan tempat di mana kita berada.


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 8:18-9:26

「Yeremia Bersedih Bagi Sebangsanya」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 8:18-22 [ITB])
18 Tidak tersembuhkan kedukaan yang menimpa diriku, hatiku sakit pedih. 19 Dengar! seruan puteri bangsaku minta tolong dari negeri yang jauh: Tidak adakah TUHAN di Sion? Tidak adakah Rajanya di dalamnya? Mengapakah mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan patung-patung mereka, dengan dewa-dewa asing yang sia-sia? 20 Sudah lewat musim menuai, sudah berakhir musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan juga! 21 Karena luka puteri bangsaku hatiku luka; aku berkabung, kedahsyatan telah menyergap aku. 22 Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku?
(Yer. 9:1-26 [ITB])
9:1 Sekiranya kepalaku penuh air, dan mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang puteri bangsaku yang terbunuh! 2 Sekiranya di padang gurun aku mempunyai tempat penginapan bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan, maka aku akan meninggalkan bangsaku dan menyingkir dari pada mereka! Sebab mereka sekalian adalah orang-orang berzinah, suatu kumpulan orang-orang yang tidak setia. 3 Mereka melenturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri; sungguh, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, tetapi TUHAN tidaklah mereka kenal. 4 Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara manapun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah. 5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat. 6 Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN. 7 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, Aku mau melebur dan menguji mereka, sebab apakah lagi yang dapat Kulakukan terhadap puteri umat-Ku? 8 Lidah mereka adalah anak panah yang membunuh, perkataan dari mulutnya adalah tipu; mereka berbicara damai dengan temannya, tetapi dalam hatinya mereka merancang pengadangan terhadapnya. 9 Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini? 10 Menangis dan merintihlah karena gunung-gunung, dan merataplah karena padang rumput di gurun, sebab semuanya sudah tandus sampai tidak ada orang yang melintasinya, dan orang tidak mendengar lagi suara ternak; baik burung-burung di udara maupun binatang-binatang, semuanya telah lari dan sudah lenyap. 11 Aku akan membuat Yerusalem menjadi timbunan puing, tempat persembunyian serigala-serigala; Aku akan membuat kota-kota Yehuda menjadi sunyi sepi, tidak berpenduduk lagi. 12 Siapakah orang yang begitu bijaksana, sehingga ia dapat mengerti hal ini, orang yang telah menerima firman dari mulut TUHAN, supaya ia dapat memberitahukannya? Apakah sebabnya negeri ini binasa, tandus seperti padang gurun sampai tidak ada orang yang melintasinya? 13 Berfirmanlah TUHAN: Oleh karena mereka meninggalkan Taurat-Ku yang telah Kuserahkan kepada mereka, dan oleh karena mereka tidak mendengarkan suara-Ku dan tidak mengikutinya, 14 melainkan mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti para Baal seperti yang diajarkan kepada mereka oleh nenek moyang mereka. 15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku akan memberi bangsa ini makan ipuh dan minum racun. 16 Aku akan menyerakkan mereka ke antara bangsa-bangsa yang tidak dikenal oleh mereka atau oleh nenek moyang mereka, dan Aku akan melepas pedang mengejar mereka sampai Aku membinasakan mereka.
(Yerusalem Berseru Minta Pertolongan)
17 Perhatikanlah! Panggillah perempuan-perempuan peratap, supaya mereka datang, dan suruhlah orang kepada perempuan-perempuan yang bijaksana, supaya mereka datang! 18 Biarlah mereka bersegera dan meratap karena kita, supaya mata kita mencucurkan air mata, dan kelopak mata kita melelehkan air! 19 Sebab terdengar ratapan dari Sion: 『Wahai binasalah kami! Kami sangat dipermalukan! Sebab kami harus meninggalkan negeri ini, karena rumah-rumah kediaman kami dirobohkan orang.』 20 Maka dengarlah firman TUHAN, hai perempuan-perempuan, biarlah telingamu menerima firman dari mulut-Nya; ajarkanlah ratapan kepada anak-anakmu perempuan, dan oleh setiap perempuan nyanyian ratapan kepada temannya: 21 Maut telah menyusup ke jendela-jendela kita, masuk ke dalam istana-istana kita; ia melenyapkan kanak-kanak dari jalan, pemuda-pemuda dari lapangan; 22 mayat-mayat manusia berhantaran seperti pupuk di ladang, seperti berkas gandum di belakang orang-orang yang menuai tanpa ada yang mengumpulkan. 23 Beginilah firman TUHAN: Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN. 25 Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: 26 orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya.

Yer. 8:18-22 adalah sebuah puisi yang ditulis oleh nabi Yeremia dalam kesedihannya atas Jerusalem. Ketika ia mendengar teriakan bangsanya Israel yang ditawan menjadi budak di Babilon, dan hidup menderita, dan menerima penghinaan, maka ia menyampaikan raungan bangsanya kepada Tuhan. Dan ia menyampaikan jawaban Tuhan kepada saudara sebangsanya yang berada di tanah asing, bahwa Tuhan memusnahkan Yerusalem adalah karena umat-Nya telah meninggalkan Dia untuk melayani ilah lain dan berhala.

Jawaban Tuhan dicatat dalam Yer. 8:22 「Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku?」 Gilead terkenal karena obat-obatan, dan secara alami juga memiliki dokter setempat yang baik, tetapi penyakit berkhianat Israel ini bukanlah yang dapat disembuhkan oleh obat dan metode dari orang, tidak ada cara lain selain pengakuan pertobatan.

Nabi Yeremia dalam Yer. 9:1 mengaku 「Sekiranya kepalaku penuh air, dan mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang puteri bangsaku yang terbunuh!」 Dalam bahasa Ibrani, Yer. 9:1 merupakan bagian terakhir dari pasal 9, menandakan bahwa Yeremia bersedia menggunakan air matanya menggantikan balsam untuk menyembuhkan sebangsanya yang menderita. Yeremia 「… menangisi orang-orang puteri bangsaku yang terbunuh」 karena berita orang terbunuh atau tangisan bagi orang yang mereka cintai terdengar tiada henti, ini menunjukkan betapa kejamnya tentara Babel.

Kitab Yeremia pasal 9 adalah kelanjutan teguran nabi Yeremia kepada Israel dalam pasal 8. Nada dalam pasal ini lebih berat dari pasal 8, tampaknya bahwa orang-orang Israel benar-benar tuli tidak mendengarkan panggilan Tuhan. Yer. 9:11 adalah nubuatan terakhir, bahwa Yerusalem akan menjadi reruntuhan, dan bahwa kota-kota di Yehuda menjadi sepi dan tidak berpenghuni. Yer. 9:12-16 menggunakan metode tanya-jawab untuk menjelaskan mengapa Tuhan melawan orang Israel dengan begitu berat, yakni karena mereka meninggalkan pelajaran dari Tuhan, dan terus menerus menolak Firman perkataan Tuhan.

Yer. 9:17-22 tidak hanya merupakan suatu lagu ratapan, tetapi juga mengundang para wanita untuk bersama menangis menyanyikannya, maka lagu ini merupakan lagu yang sangat menyedihkan. Kesimpulan dari lagu ratapan ada pada Yer. 9:23-2423 『Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai』, demikianlah firman TUHAN.」

Yer. 9:25-26 kedua ayat ini tampak tidak ada hubungannya dengan perikop sebelumnya, yang ditekankan adalah konsep 「perjanjian.」 Tuhan menghendaki umat-Nya harus tidak hanya disunat secara daging, tetapi juga harus disunat di dalam hati rohani mereka, yakni mematuhi perjanjian dengan Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus mengatakan di dalam Gal. 6:15 「Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.」 Yang penting bukan ritual luar atau label, tidak peduli apa denominasi yang diikuti, gereja apa, hal yang paling penting adalah bahwa hidup memiliki perubahan yang mendasar, menjadi orang yang sama antara luar dan dalam.

Renungkan:

1. Bagaimana Anda bereaksi ketika Anda melihat seseorang jatuh, melakukan tindak kejahatan, dihukum oleh Tuhan, terutama orang yang menyinggung Anda atau bersalah kepada Anda? Apa perbedaan antara reaksi Anda dan reaksi nabi Yeremia?

2. Bagi Anda, iman kekristenan apakah merupakan iman kerohanian milik pribadi Anda atau merupakan iman milik komunitas bersama (sehingga bukan urusan pribadi Anda dengan Allah)?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 8:1-17

「Dosa dan Hukuman」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 8:1-17 [ITB])
1 Pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, tulang-tulang raja-raja Yehuda, tulang-tulang pemuka-pemukanya, tulang-tulang imam-imam, tulang-tulang nabi-nabi dan tulang-tulang segenap penduduk Yerusalem akan dikeluarkan dari dalam kubur mereka 2 dan diserakkan di depan matahari, di depan bulan dan di depan segenap tentara langit yang dahulunya dicintai, diabdi, diikuti, ditanyakan dan disembah oleh mereka. Semuanya itu tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang. 3 Tetapi semua orang yang masih tinggal dari kaum yang jahat ini akan lebih suka mati dari pada hidup di segala tempat ke mana Aku menceraiberaikan mereka, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
4 Engkau harus mengatakan kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali? 5 Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali. 6 Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: 『Apakah yang telah kulakukan ini!』 Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran. 7 Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. 8 Bagaimanakah kamu berani berkata: 『Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN』? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong. 9 Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka? 10 Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu. 11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: 『Damai sejahtera! Damai sejahtera!』, tetapi tidak ada damai sejahtera. 12 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN. 13 Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka.
14 Mengapakah kita duduk-duduk saja? Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu dan binasa di sana! Sebab TUHAN, Allah kita, membinasakan kita, memberi kita minum racun, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN. 15 Kita mengharapkan damai, tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi yang ada hanya kengerian!
16 Dengus kuda musuh terdengar dari Dan; karena bunyi ringkik kuda jantan mereka gemetarlah seluruh negeri. Mereka datang dan memakan habis negeri dengan isinya, kota dengan penduduknya. 17 Lihatlah, Aku melepaskan ke antaramu ular-ular beludak, yang tidak dapat dimanterai, yang akan memagut kamu, demikianlah firman TUHAN.

Bagian dari perikop hari ini, ayat 1-3 menggambarkan orang Israel meninggalkan Tuhan, menyembah berhala, hasilnya adalah bahwa orang mati dipermalukan, dan yang beruntung bertahan hidup menjadi tawanan dalam perbudakan, hidup dalam putus asa, hidup tidak lebih baik dari mati. Perikop ini menggambarkan tulang belulang pemimpin politik dan agama Yehuda akan digali keluar dari kuburan mereka oleh musuh, diserakkan di mana-mana, tidak dikumpulkan, tidak dikuburkan dan diperlakukan sebagai tumpukan pupuk. Ayat 3 「semua orang yang masih tinggal」 adalah orang-orang yang diangkut ke dalam pembuangan, tidak lebih beruntung daripada mati, karena mereka diperbudak dan hidup sengsara sebagai budak. Ini adalah hasil dari penghakiman dan pengusiran dari Tuhan — tapi nasib penderitaan ini adalah karena didatangkan oleh diri mereka sendiri.

Mulai dari Yer. 8:4 sampai pasal 10, selain Yer. 9:12-16 dan Yer. 9:23-26 yang merupakan bentuk prosa, sisa perikop ditulis dalam gaya puisi.

Ayat 4-17 dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang Israel tidak ingin bertobat dan kembali kepada Tuhan, hati mereka keras, menolak kata-kata Tuhan. Tidak hanya itu, mereka juga menyalahkan Tuhan atas penderitaan mereka, mengatakan bahwa Tuhan telah meninggalkan mereka. Nabi-nabi palsu mendustai mereka dengan mengatakan sudah damai, membiarkan pendengar merasa enak, padahal kenyataannya bencana ada di depan.

Manusia harus tahu mengenal salah, mengakui dan bertobat adalah benar-benar hal yang sulit, karena perlu mengakui kesalahan diri sendiri, bersedia untuk kembali memerlukan keberanian dan tekad yang besar, terutama pada orang-orang sekitarnya merasa baik, merasa bahwa tidak ada masalah dalam lingkungan.

Ayat 5-65 Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali. 6 Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: 『Apakah yang telah kulakukan ini!』 Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.」 Tuhan ingin umat-Nya kembali dan bertobat, tetapi mereka「mereka menolak untuk kembali … Mereka semua berpaling, lari kepada jalan mereka sendiri, seperti kuda menerjang ke pertempuran. 」Akibat dari tidak mau menoleh ke belakang untuk kembali adalah mati seperti kuda di medan perang. Tuhan khusus 「memperhatikan untuk mendengar」 suara umat-Nya, tapi sayang sekali bahwa yang Ia dengar adalah 「… tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya.」 Orang-orang Israel masih tetap berkeras memakai ritual agama untuk menghadapi Tuhan, tanpa pertobatan yang tulus.

Tuhan mengasihi kita, sehingga Ia akan memperhatikan untuk mendengarkan suara doa pengakuan dosa kita, dan berkenan atas pertobatan kita, seperti yang Yesus katakan di dalam Luk. 15:11-32, ayah dalam perumpamaan anak yang hilang, memeluk putra bungsu yang bertobat dengan cinta tanpa syarat.

Sebagian besar berita dalam Kitab Yeremia adalah untuk mempersiapkan diri kita menghadapi hari penghakiman, sejarah Israel membuat kita melihat konsekuensi dari menolak Tuhan adalah sangat berat. Orang Israel mengira bahwa Bait Suci bisa menjadi jaminan mereka, iman yang kosong dengan dusta dan ritual dapat melindungi mereka, karena itu kehidupan mereka benar-benar terpisah dari iman, kehidupan tidak berpadan dengan kasih karunia, tingkah laku perbuatan tidak mencerminkan kemuliaan Tuhan.

Akhirnya, Yeremia di dalam waktu sekitar 40 tahun, dengan setia berkhotbah, lebih banyak meneteskan air mata bagi rakyat. 40 tahun kemudian, kata-kata Yeremia yang akhirnya menjadi kenyataan, orang Yehuda karena menolak kata-kata Tuhan membawakan rasa sakit kehancuran negara, dan kehilangan kampung halaman mereka, mereka pikir Bait Suci yang aman seperti gunung besar, kota kudus Yerusalem kuat tidak terpecahkan, akhirnya benar-benar dihancurkan.

Hancurnya keyakinan palsu orang Israel, membawakan rasa sakit yang hebat kepada mereka, tapi ini juga merupakan awal dari berkat Tuhan! Nabi Yeremia harus menggunakan sebagian besar waktu 40 tahun untuk menghancurkan hal-hal palsu ini, karena jika ada hal-hal yang palsu, mereka benar-benar tidak dapat dibentuk. Setelah Tuhan membersihkan semua kepalsuan yang tua ini, barulah akan mulai membangun dan menanamkan iman yang murni. Ini juga merupakan misi dari panggilan Yeremia 「Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam」 (Yer. 1:10)

Renungkan:

1. Tidak mudah untuk jujur menghadapi kelemahan dan kesalahan diri sendiri. Apakah Anda sekarang bersedia memakai sedikit waktu untuk meminta Roh Kudus membantu Anda menghadapi dosa atau kesalahan yang mungkin telah Anda lakukan, atau bahkan kejahatan tersembunyi yang belum muncul? Hanya ada satu cara untuk mengatasi dosa: mengaku dan bertobat. Jika Anda memiliki masalah ini, mengundang Anda sesuai dengan janji Alkitab untuk mengaku bersalah kepada Tuhan. Jika ada kesempatan, kita harus belajar untuk mengakui kesalahan kita kepada mereka yang kepadanya kita bersalah. 1 Yoh. 1:8-9 「Jika kita mengatakan kita tidak memiliki dosa, kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada dalam diri kita. Jika kita mengaku dosa kita, Allah setia dan benar, dan akan mengampuni dosa-dosa kita dan menyucikan kita dari semua kejahatan.」

2. Ketika Anda merasa bahwa Anda merasa aman, tidak ada kesalahan dan kudus, mungkin ini adalah waktu yang paling berbahaya, ini juga merupakan masalah anak sulung dalam perumpamaan anak yang hilang (Luk. 15:11-32), ia melakukan dosa mengira dirinya benar. Apakah Anda memiliki masalah yang sama?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 7:16-34

「Umat Melanggar Perintah」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 7:16-34 [ITB])
16 Tetapi engkau, janganlah berdoa untuk bangsa ini, janganlah sampaikan seruan permohonan dan doa untuk mereka, dan janganlah desak Aku, sebab Aku tidak akan mendengarkan engkau. 17 Tiadakah engkau melihat apa yang dilakukan mereka di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem? 18 Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain dengan maksud menyakiti hati-Ku. 19 Hati-Kukah sebenarnya yang mereka sakiti, demikianlah firman TUHAN, bukankah hati mereka sendiri, sehingga mereka menjadi malu? 20 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguhnya, murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan tercurah ke tempat ini, ke atas manusia, ke atas hewan, ke atas pohon-pohonan di padang dan ke atas hasil tanah; amarah itu akan menyala-nyala dengan tidak padam-padam.
21 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya! 22 Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!』 24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya. 25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, 26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. 28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: 『Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka. 29 Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah! Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul, sebab TUHAN telah menolak dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!』
30 Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman TUHAN, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya. 31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku. 32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi 『Tofet』 dan 『Lembah Ben-Hinom,』 melainkan 『Lembah Pembunuhan』; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat, 33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya. 34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.

Perikop hari ini Yer. 7:16-34, Tuhan membuat tiga panggilan yang mengejutkan orang.

Terlebih dahulu, di ayat 16 Tuhan berfirman kepada nabi Yeremia tidak membuang-buang waktu berdoa untuk orang-orang Israel, karena Ia tidak akan mendengarkan! Mengapa? Karena ada perbedaan besar antara ibadah mereka di dalam Bait Suci dan hidup dalam keluarga! Ayat 17-18 menggambarkan bagaimana keluarga Israel bekerja sama untuk menyembah berhala, mempersembahkan korban kepada ratu sorga Ishtar.

Ayat 7:18「Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain …」 Kerjasama dan kerajinan mereka sedemikian alami, sehingga kita melihat bagaimana meluas dan merajalela keyakinan rakyat waktu itu. Masalahnya mereka bukan tidak menyembah Tuhan, mereka tidak meninggalkan penyembahan kepada Tuhan, mereka tetap pergi ke Bait Allah, juga tetap mempersembahkan korban, tetapi juga menyembah kepada illah lain, mereka pulang kembali ke rumah segera bekerjasama seluruh keluarga membuat untuk roti dan pengorbanan kepada 「ratu sorga.」 「Ratu sorga」 adalah agama yang trendi pada zaman itu, pada masa itu orang-orang berpikir bahwa jika dewa hanya bergender laki-laki maka tidak lengkap, jadi harus memiliki perempuan agar bahagia, ini adalah fenomena asimilasi campuran agama.

Tuhan selanjutnya dalam ayat 21-26 memperingatkan umat Israel tidak lagi memberikan persembahan, karena tidak berkenan kepada Tuhan. Ayat 23 「hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!』」Singkatnya, lebih baik taat daripada memberikan korban persembahan, Tuhan tidak akan menerima korban persembahan dari orang-orang yang tidak mau menaati Dia.

Terakhir, di ayat 27-34 Tuhan berseru kepada orang Yerusalem agar berkabung, karena mereka melakukan dosa besar dan melanggar Tuhan. Pertama-tama, yakni yang dituduhkan dalam ayat 30, mereka mengijinkan berhala didirikan dalam Bait Suci, dan ayat 31 melanjutkan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menyembah ratu sorga di rumah, tetapi juga membangun mezbah tinggi di bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom, untuk membakar anak-anak mereka dalam api dan mempersembahkan mereka kepada Molokh dewa Moab (Bahkan telah diperingatkan pada zaman Musa, Im. 18:21 「Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan (penghujatan) nama Allahmu; Akulah TUHAN」). Demi mendapatkan aman tenteram bagi diri mereka sendiri sebagai orang tua, ternyata belajar contoh bangsa kafir mengorbankan hidup anak-anak mereka, hati orang-orang ini telah terpolusi oleh ajaran kafir sampai pada taraf tidak ada obat yang dapat menyembuhkan.

Tuhan dengan jelas menunjukkan: 「suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.」 Pada kenyataannya, pengorbanan anak-anak adalah sangat dilarang oleh hukum Taurat Musa (lihat Ul. 18:10). Dosa-dosa itu, akan dihakimi Tuhan, dan penghukuman sangat keras, maka mereka diserukan agar berkabung.

Gereja hari ini mungkin jarang menyembah berhala atau patung yang berbentuk, karena berhala yang kasat mata telah menjadi hati setan yang tidak terlihat, misalnya: illah kesuksesan, illah kesenangan, illah keserakahan harta dan sebagainya, menarik para pengikut yang tak terhitung, menjadi pihak yang merampas kemuliaan Tuhan dan kesetiaan orang percaya.

Gereja hari ini tidak meminta orang percaya untuk beribadah kepada Molokh atau Asytoret, dan kemudian menyembah TUHAN; Tapi marilah kita berpikir bahwa apakah gereja kita masih merupakan sebuah gereja yang berdasarkan ajaran-ajaran para rasul dan ajaran-ajaran Alkitab? Apakah gereja kita masih mengajar dan memimpin jemaat berdasarkan prinsip-prinsip Kitab Suci dan kuasa Roh Kudus? Adakah wibawa kuasa ilmu manajemen modern dan prinsip-prinsip bisnis lebih tinggi dari Alkitab dalam tata layan gereja? Apakah cara penyembahan kita masih sama seperti yang Alkitab ajarkan atau meniru dunia hiburan?

Mengapa gereja bisa berubah sifat? Orang-orang Israel memberikan kita pelajaran yang baik, iman mereka berubah sifat karena iman mereka tidak mengikuti perintah petunjuk Tuhan, tetapi menurut keinginan manusia. Dalam ayat 22-23 「… Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, … 』」 Secara ringkas, menaati perintah Tuhan lebih baik daripada memberikan korban, itulah yang diminta Tuhan!

Yer. 7:32-34 memproklamirkan kedatangan penghukuman Tuhan. Ayat 32 「… orang tidak akan mengatakan lagi 『Tofet』 dan 『Lembah Ben-Hinom』 melainkan 『Lembah Pembunuhan』 …」 「Tofet」 atau 「Lembah Ben-Hinom」 adalah tempat mempersembahkan korban di era Yeremia, yang merupakan tempat membuang sampah di luar kota Yerusalem. Nabi Yeremia mengatakan akan berganti nama menjadi Lembah Pembunuhan, menandakan bahwa penduduk Yerusalem akan menghadapi pembantaian musuh.

Ayat 33-34 dengan konkret menggambarkan Yerusalem akan menghadapi penghakiman yang begitu mengerikan, misalnya: mayat terlalu banyak sampai tidak ada tempat untuk menguburkan, suara sukacita pengantin laki-laki dan pengantin perempuan akan berhenti, tempat ini akan menjadi reruntuhan. Bahasa aslinya menunjukkan bahwa suara sorak-sorai dan tawa satu orang demi satu orang berhenti; Kota yang penuh sukacita, seperti Mercusuar, dipadamkan satu demi satu, menjadi gelap gulita, sunyi yang mati! Pada kenyataannya, ini adalah adegan neraka, semua kebahagiaan telah menghilang, semua sukacita sudah berlalu. Tuhan berkata Lembah Ben-Hinom menjadi Lembah Pembunuhan, dan Perjanjian Baru kata 「neraka」 berasal dari kata 「Ben-Hinom!」 Ketika kebenaran Tuhan pergi, mereka akan mengalami penghakiman besar, tanda-tanda penghakiman ini adalah seperti sebuah penghukuman dalam neraka.

Renungkan:

1. Apakah iman Anda hari ini merupakan iman yang kosong penuh kebohongan? Apakah Anda bersedia untuk mengejar berkat rohani yang sejati? Taat perintah Tuhan adalah awal yang baik!

2. Apakah Anda tahu harga menolak Tuhan adalah sedemikian berat. Apakah Anda bersedia bertobat untuk menjawab kata-kata Tuhan?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 7:1-15

「Iman yang Menipu Diri」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 7:1-15 [ITB])
1 Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya: 2Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada TUHAN! 3 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: 『Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,』 5melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing, tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri, 7 maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya.
8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.9 Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal, 10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: 『Kita selamat,』 supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini! 11 Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN. 12 Tetapi baiklah pergi dahulu ke tempat-Ku yang di Silo itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu, dan lihatlah apa yang telah Kulakukan kepadanya karena kejahatan umat-Ku Israel! 13 Maka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu, 14 karena itulah kepada rumah, yang atasnya nama-Ku diserukan dan yang kamu andalkan itu, dan kepada tempat, yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu itu, akan Kulakukan seperti yang telah Kulakukan kepada Silo; 15 Aku akan melemparkan kamu dari hadapan-Ku, seperti semua saudaramu, yakni seluruh keturunan Efraim, telah Kulemparkan.

Yeremia dipanggil menjadi nabi setahun setelah Yosia mulai reformasi keagamaan, dan Kitab Yeremia pasal 2-12 adalah pesan yang disampaikan pada masa pemerintahan Yosia, yang dapat dikatakan mendukung reformasi-reformasi keagamaan yang dilakukan oleh Yosia. Dalam pelayanan di bagian waktu ini, walaupun Yeremia tidak disambut oleh semua lapisan, tetapi karena raja Yosia dengan tulus mengejar reformasi, maka Yeremia juga mendapat perlindungan. Kitab Yeremia pasal 2-6 adalah pesan di masa awal reformasi agama Yosia, karena raja Yosia adalah seorang raja yang baik, sehingga mendapat begitu banyak kasih dari rakyat dan mengikuti dia, sehingga reformasinya membawakan hasil yang efektif. Pada tahun 18 pemerintahan Yosia, imam besar menemukan kitab Taurat saat restorasi Bait Suci, ini memberikan dorongan yang lebih besar kepada Yosia untuk melaksanakan reformasi agama, dan pasal 7-10 adalah pesan dari Yeremia saat pentahiran Bait Suci dan penemuan kitab Taurat.

Kitab Yeremia pasal 7-10 adalah serangkaian catatan yang disusun atas beberapa pesan yang dikhotbahkan oleh nabi Yeremia pada pintu gerbang Bait Suci di Yerusalem, sehingga hal ini tidak selalu berurutan sesuai waktu dan latar belakang, dan ada beberapa perikop yang berulang. Misalnya, pasal 7 dan bagian belakang pasal 26 memiliki banyak kesamaan. Latar belakang dari khotbah di pasal 7 adalah masa Yosia memerintah, tetapi pasal 26 mencatat zaman Yosia anak Yoyakim. Kemungkinan dua khotbah nabi Yeremia yang diberitakan di dua kesempatan dan waktu yang berbeda dengan isi yang sama, atau dua catatan yang memiliki wacana sama, tapi keduanya menunjuk kepada peristiwa kejatuhan Yerusalem pada tahun 587 dan penawanan Yehuda. Beberapa sarjana juga berpendapat bahwa pasal 7 dan 8 keduanya juga dikhotbahkan oleh Yeremia dalam pemerintahan Yoyakim, hanya saja dalam penyusunan Kitab Yeremia diletakkan di pasal-pasal tersebut (tidak sesuai urutan waktu ditempatkan di pasal-pasal belakang).

Ayat 1-15 adalah pesan nabi Yeremia di Yerusalem dan khotbah resmi pertama dalam Kitab Yeremia! Pasal-pasal sebelumnya ditulis dalam gaya puitis, dan pasal 7 dalam bentuk prosa.

Ayat 1-2: 「1Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya: 2『Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah …』」 「Pintu gerbang rumah TUHAN」 adalah pemisah halaman dalam Bait dan pelataran luar, dan tempat yang harus dilalui orang Israel untuk masuk ke dalam Bait, maka yang menjadi objek dari khotbah adalah orang-orang Israel, bukan orang-orang di luar, adalah orang-orang yang mengenal Tuhan dan datang ke Bait Allah untuk menyembah Tuhan, terutama mereka yang pada hari-hari perayaan datang ke Bait Suci mempersembahkan korban!

Ayat 3-4: 「3Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. 4Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: 『Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,』」

Khotbah Yeremia ditujukan kepada agama yang bersifat ritual yang berlaku di masa itu, agama yang memandang berharga ritual dan hal-hal yang dikerjakan bersama-sama secara berkelompok, namun mengabaikan kehidupan pribadi dan perilaku. Iman dan kehidupan sosial seharusnya saling terkait secara hidup, tak terpisahkan, sehingga diperlukan merealisasikan praktik keadilan sosial, jika tidak demikian maka iman akan menjadi palsu karena kosong. Khotbah nabi Yeremia adalah ditujukan kepada umat Tuhan, maka juga ditujukan kepada orang percaya gereja hari ini, 「jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, … Aku akan membuat engkau hidup di negeri ini.」 (Yer. 7:5-7)

Masalah orang-orang Israel bukanlah bahwa mereka tidak menyembah di Bait Suci atau tidak memberikan korban persembahan, dan mereka semua mematuhi aturan-aturan dan perbuatan agama, dan mereka juga mempraktekkannya di Bait Suci. Penyembahan mereka di dalam Bait Suci adalah mutlak ibadah dan mematuhi aturan! Tapi mengapa Yeremia justru mengatakan, bahwa di mata Tuhan, mereka menyembah berhala, dan itu menjijikkan dan memuakkan? Karena yang mereka sembah dan bergantung bukan Tuhan, tetapi Bait Suci, dan mereka berpikir bahwa Bait Suci adalah jaminan.

Ayat 4 「Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: 『Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN』」 Pada waktu itu nabi-nabi palsu yang merajalela, dan beberapa dari mereka mengklaim bahwa Bait itu adalah jaminan keamanan mereka, sebab Tuhan akan melindungi Jerusalem terhadap invasi negara-negara lain demi wajah dan martabat-Nya sendiri. Keyakinan palsu ini juga terkait dengan sejarah itu, Yehuda pergi mengalami serangan Asyur dan kehilangan tanah negaranya, dan akhirnya tentara Sanherib sudah di luar kota Yerusalem, Hizkia raja Yehuda saat itu sesuai petunjuk nabi Yesaya datang ke Bait Suci, dan berdoa di hadapan Tuhan, dan Tuhan mengutus seorang malaikat untuk membinasakan pasukan Asyur! Jadi ketika raja Yosia mengadakan kembali penyembahan di Bait Suci, orang Yahudi merasa bahwa mereka telah kembali kepada Bait Suci, dan Bait Suci itu adalah jaminan mereka, yang merupakan tanda perlindungan Tuhan, dan jaminan bahwa Tuhan akan membuat mereka berdiam di tanah itu selamanya. Dengan cara ini, tanpa disadari, Bait Suci telah menjadi obyek iman mereka, tetapi juga menjadi berhala pengganti Allah.

Tuhan dalam ayat 5-7 memberitahukan kepada Israel bahwa jika mereka ingin tetap tinggal di tempat ini, mereka harus melakukan tiga hal, yaitu tidak untuk menindas para yatim dan janda, tidak mengalirkan darah orang tidak bersalah dan tidak mengikuti dewa lain, hanya dengan demikian mereka tidak hidup dalam iman yang palsu. Tuhan tidak hanya menghendaki penyembahan yang benar, tetapi juga perilaku yang benar dan mengambil jalan yang benar! Orang-orang Israel meneriakkan tiga kali, 「Ini adalah Bait Tuhan!」 Tapi Tuhan berkata 「tiga hal ini tidak kamu lakukan, apa yang kamu percaya adalah kebohongan yang menipu diri sendiri, Bait ini tidak mampu melindungimu.」

Mereka tidak hanya percaya bahwa Bait Suci ini adalah jaminan mereka, mereka juga mengatakan bahwa apa pun yang mereka lakukan di dalam Bait Suci, mereka tetap akan mendapat perlindungan, jadi bagaimana mereka biasa hidup adalah tidak ada masalah. Sebagai hasilnya mereka mempergunakan Bait sebagai sarang pencuri, dan ketika mereka telah melakukan hal-hal buruk mereka bisa bersembunyi di dalam Bait Suci tanpa hukuman! Jika seorang tidak dapat melakukan perintah-perintah Tuhan dalam hidupnya, maka agama yang sebagus apapun hanyalah daun ara menutupi dosa saja.

Ayat 12-15 secara khusus menyebutkan contoh 「Silo」 kerajaan utara 「pergilah ke tempat-Ku yang di Silo itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu … 」 Silo itu rumah ibadah pertama yang didirikan oleh Yosua yang telah memimpin Israel masuk ke Kanaan, di sana ada Kemah Pertemuan, Tabut Perjanjian, dan imam besar, sampai di masa Samuel 「Silo」 masih merupakan pusat agama dari orang Israel. Kemudian orang Israel mengangkut Tabut saat berperang melawan orang Filistin, tetapi Tuhan tidak beserta dengan mereka, dan Tabut itu telah ditawan, dan 30.000 tentara Israel tewas. Walaupun Alkitab tidak mengatakan bahwa Silo itu dihancurkan, namun Maz. 78:59-60 berkata: 「Allah … bahkan telah meninggalkan Kemah Pertemuan Silo, yang merupakan kemah-Nya di bumi. 」

Tuhan menggunakan 「Silo」 sebagai sebuah metafora atas Yerusalem, untuk menunjukkan bahwa Yerusalem akan menjadi reruntuhan seperti 「Silo」! Tuhan tidak menghendaki agama dan ritual yang adalah kulit luar saja, kebohongan palsu, tetapi yang dihendaki adalah iman yang asli, sungguh dan benar, luar dan dalam yang sama.

Renungkan:

1. Siapakah yang pihak tujuan dari iman dan ibadah Anda hari ini? Adakah Anda secara tidak sengaja membiarkan orang lain, hal-hal, benda-benda menggantikan tempat Tuhan?

2. Yesus dalam Yoh. 4:23 mengatakan 「Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian」 Ketulusan hati juga dapat diterjemahkan sebagai kebenaran, yakni sesuai ibadah dalam kebenaran. Ritual penampilan luar bukan hal yang paling penting, tapi yang penting adalah kesungguhan hati menyembah Bapa dalam kebenaran. Apakah Anda bersedia menjadi orang yang demikian?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 6:22-30

「Invasi Datang dari Utara」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 6:22-30 [ITB])
22 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, suatu bangsa akan datang dari tanah utara, suatu suku bangsa yang besar akan bergerak maju dari ujung bumi. 23 Mereka memakai panah dan tombak; mereka bengis, tidak kenal belas kasihan. Suara mereka gemuruh seperti laut, mereka mengendarai kuda, berlengkap seperti orang maju berperang, menyerang engkau, hai puteri Sion!
24 Kami telah mendengar kabarnya, tangan kami sudah menjadi lemah lesu; kesesakan telah menyergap kami, kami kesakitan seperti perempuan yang melahirkan. 25 Janganlah keluar ke padang, dan janganlah berjalan di jalan, sebab pedang musuh mengamuk–kegentaran datang dari segala jurusan!
26 Hai puteri bangsaku, kenakanlah kain kabung, dan berguling-gulinglah dalam debu! Berkabunglah seperti menangisi seorang anak tunggal, merataplah dengan pahit pedih! Sebab sekonyong-konyong akan datang si pembinasa menyerangmu.
27 Aku telah mengangkat engkau di antara umat-Ku sebagai penguji, engkau harus tahu bagaimana menyelidikinya, dan harus menguji tingkah langkah mereka. 28 Semua mereka adalah pendurhaka belaka, berjalan kian kemari sebagai pemfitnah; sekaliannya mereka berlaku busuk! 29 Puputan sudah mengembus, tetapi yang keluar dari api hanya timah hitam, tembaga dan besi. Sia-sia orang melebur terus-menerus, tetapi orang-orang yang jahat tidak terpisahkan. 30 Sebutkanlah mereka perak yang ditolak, sebab TUHAN telah menolak mereka!

Yer. 6:22-30 menubuatkan penghakiman Tuhan akhirnya datang, bahwa orang Israel akan mengalami bencana kehancuran negara dan ditawan. Perikop ini dengan jelas dan konkret menyatakan keganasan agresor, kengerian perang dan penderitaan orang-orang Israel. Perikop juga menunjukkan bahwa Tuhan sebenarnya bermaksud menyelamatkan mereka, tapi sayang sekali bahwa hati mereka masih tetap memberontak, mengeras dan tidak mau mendengarkan kata-kata Tuhan, dan pada akhirnya Ia hanya akan membiarkan mereka menerima penghakiman dan penghukuman yang keras.

Ayat 22-24 diulang dalam Yer. 50:41-43, hanya 「kita」 yakni orang-orang Yerusalem yang diserang diganti menjadi raja Babel (Umat Tuhan sama dengan orang Babel bangsa asing?) Mungkin Yeremia mengkhotbahkan berita yang sama pada waktu yang berbeda, dalam situasi yang berbeda, pihak yang dituju berbeda.

Orang tidak suka penderitaan dan kesulitan, tetapi pengalaman ini juga dapat memiliki efek positif, karena penderitaan memiliki fungsi pemurnian. Saat orang Israel mengalami penderitaan penghukuman, Tuhan memanggil nabi Yeremia menjadi 「penguji dan penyelidik.」 Ayat 27 「Aku telah mengangkat engkau di antara umat-Ku sebagai penguji, engkau harus tahu bagaimana menyelidikinya, dan harus menguji tingkah langkah mereka.」 Dari sudut pandang perilaku, orang Israel sangat rendah seperti tembaga dan besi, maka Tuhan menggunakan metafora tungku api untuk menggambarkan bagaimana Tuhan telah menguji mereka dengan penderitaan, menguji bagaimana sifat asli mereka.

Sayangnya, kesulitan api pembakaran ini tidak membawa tentang efek memurnikan kehidupan. Ayat 28 「Semua mereka adalah pendurhaka belaka, berjalan kian kemari sebagai pemfitnah; sekaliannya mereka berlaku busuk!」 (Bandingkan CUVT dan mayoritas terjemahan Inggris 「… mereka semua adalah tembaga dan besi …」) Pada zaman kuno, metode pemurnian emas dan perak adalah menambah timbal (plumbum) ke dalam bahan yang mengandung kotoran, dilelehkan bersama-sama, kemudian memakai puputan untuk meniup api, menyebabkan timbal beroksidasi dan membuang kotoran, meninggalkan emas dan perak murni. Tapi hasil dari pengalaman Israel dalam tungku adalah mengecewakan, meskipun melalui 「peleburan dan pemurnian,」 tetapi 「orang-orang yang jahat tidak terpisahkan」 (ayat 29), kejahatan orang-orang Israel tidak berubah, mereka benar-benar tidak bisa menjadi emas murni atau logam yang berharga. Hasil tes dan percobaan ini membuktikan bahwa mereka hanya ampas perak yang tidak berguna, hanya layak ditinggalkan oleh Tuhan.

Hasil tes dan ujian Yeremia terhadap orang Israel adalah sama dengan ia mencari orang yang benar di kota Yerusalem dalam Yer. 5: 1-5, hasilnya adalah orang-orang Israel tidak layak atas pengampunan dan anugerah Tuhan.

Bagi Yeremia secara pribadi, tugas yang ia terima adalah sebuah paradoks. Sebagai 「penguji dan penyelidik umat」 dari Tuhan, ia berhasil, karena telah memastikan kerusakan orang-orang Israel dan ketidaklayakan mereka. Tetapi sebagai seorang pengkhotbah, hasil dari khotbah Yeremia tidak berpengaruh; Dari perspektif dunia, ia adalah nabi yang gagal! Siapakah yang bersedia menerima misi yang pasti akan gagal? Siapa yang ingin pekerjaan sia-sia sepanjang hidupnya, dan tidak membawakan perubahan pada akhirnya?

Di mata manusia, Yeremia adalah pecundang yang membuang-buang waktu seumur hidup; Tapi di mata Tuhan, dia adalah pemenang yang telah mencapai misi-Nya! Karena 1 Kor. 4:2 「Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.」 Yeremia setia kepada misi Tuhan, terlebih lagi pelayan yang setia sampai mati.

Hari ini apakah yang Anda sedang cari adalah keberhasilan di mata dunia, atau keberhasilan mata Tuhan!

Renungkan:

1. Hari ini apakah Anda tidak puas dengan pekerjaan dan peran yang telah Tuhan berikan? Apakah Anda penuh antusias atau asal-asalan dalam pelayanan (atau pekerjaan)?

2. Apakah Anda merasa bahwa pelayanan (atau pekerjaan) yang Tuhan atau gereja berikan kepada Anda pasti akan gagal, menguras tenaga namun tidak dihargai?

3. Apakah Anda setia kepada pelayanan (atau pekerjaan) dan tugas yang Tuhan atau gereja berikan kepada Anda ?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.